Genshin Impact sudah berumur enam tahun, dan pertanyaannya sekarang bukan lagi “bagus atau tidak” tapi “masih masuk akal untuk mulai sekarang?”. Jawabannya: iya, dengan catatan.
Eksplorasi yang belum tertandingi
Tidak ada game mobile lain yang memberi kebebasan sebesar ini. Kamu bisa memanjat tebing, meluncur dari puncak, dan menemukan chest di tempat yang tidak ditunjukkan peta. Tiap wilayah punya identitas kuat — Sumeru masih jadi favorit saya karena desain hutan dan musiknya.
Combat dan tim
Sistem reaksi elemental tetap jadi pembeda utama. Tim reaction (Hydro + Pyro, Electro + Dendro) memberi damage jauh lebih besar daripada sekadar menumpuk karakter bintang lima. Untuk pemain baru, fokus ke satu tim inti dulu daripada menyebar resource.
Grind dan monetisasi
Di sini masalahnya. Artifact farming masih berbasis RNG penuh, dan satu domain bisa kamu ulang ratusan kali tanpa hasil yang layak. Gacha karakter punya pity 90 pull, artinya sekitar Rp 2,5 juta untuk jaminan karakter bintang lima kalau beli crystal. Kabar baiknya, seluruh konten cerita bisa diselesaikan dengan karakter gratis.
Performa
Ukuran 32 GB adalah masalah nyata di HP 128 GB. Di perangkat mid-range, setting low masih bisa 30 fps stabil, tapi loading antarbenua lambat. PC atau PS5 tetap pengalaman terbaik.
Kesimpulan
Kalau kamu punya waktu 2-3 jam per minggu dan menikmati eksplorasi, Genshin masih sangat layak. Kalau kamu tipe yang ingin cepat kuat tanpa grinding, cari game lain. 8.6/10.



